Navigation Menu

Sabar Adalah Cahaya

“Maka tiap kali kesulitan melanda, wahai diri, terangilah ia dengan kesabaranmu”

Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib pernah ditanya tentang hamba pilihan. Kemudian, dia berkata, “Apabila berbuat kebaikan, mereka gembira. Apabila melakukan kejahatan, mereka beristighfar. Apabila diuji, mereka bersabar”



“Sabar adalah cahaya”, sabda sang Nabi Muhammad SAW. “Sebab dalam musibah kau lihat gelap. Sabarmulah Penerangnya”

Alam tegak di atas kesabaran, nasihat Amr Khaled, pemberi nasihat sejuk asal Mesir. Sebab tiada kejadian dalam alam melainkan diciptakan dalam tahapan. Segala yang tiba-tiba, kalaupun ada, disebutlah sebagai mukjizat. Yang serupa itu langka semata, diluar kuasa manusia.
Mengutip kata Ustads Badru Salim “Sabar itu indah namun tak mudah, sering diwarnai oleh keluh kesah dan pengharapan yang patah. Tapi harus terus berjuang tanpa Lelah“

Maka benarlah sabda sang Nabi SAW kala musibah datang, jiwa pasti berguncang. Dalam guncangan itu pikiran seketika gelap, hingga tak jarang hadirkan keputusasaan. Meski kebaikan terlihat di depan mata, ia terabaikan saja.

‘Sabar adalah cahaya’. Dalam sabar, dalam penerimaan bahwa tiada sesuatu terjadi kecuali berbuah kebaikan, kegelapan itu tersibak. Bak malam yang pekat, seketika hilang kepekatan kala sebuah lilin dinyalakan.

‘Sabar adalah cahaya’. Dalam sabar, dalam ditahannya gejolak tuk memberontak pada keadaan, dahaga jiwa terpenuhi kucuran keyakinan. Persis serupa rerumputan yang segera bertumbuhan kala tanah tandus tertimpa hujan.

‘Sabar adalah cahaya’. Cahaya jiwa yang jauh dari keterhubungan dengan-Nya. Sebab kegelapan, sejatinya hanyalah sebab ketiadaan cahaya. Dan jiwa yang gelisah, ia gelap. Sebab kehilangan cahaya yang hadir dari ketundukan pada Sang Pencipta.

Maka tiap kali kesulitan melanda, wahai diri, terangilah ia dengan kesabaran. Maka terima kasih karena telah menjadikan sabar sebagai sahabatmu.

0 komentar: