Navigation Menu

Ruang-Ruang Pembelajaran

Tak ada yang sia-sia bagi para pembelajar sejati. Setiap kejadian selalu menghadirkan makna yang rugi jika tak dipetik. Penyelesaian, keberhasilan, bukanlah semata sebuah kebanggaan. Bangga, tentu. Tapi rasa bangga acapkali tak membuat maju. Kecuali jika ditelisik lebih dalam maknanya.

Bagi para pembelajar, keberhasilan adalah penanda bahwa apa yang telah dilakukan adalah sesuatu yang tepat, dan karenanya layak tuk dilanjutkan.
Namun menikmati keberhasilan acapkali lebih mudah daripada kegagalan, inilah pembeda para pembelajar daripada yang lain. Para pembelajar, begitu cerdas menelisik sesuatu yang disebut sebagai kegagalan, dan selalu meyakini bahwa ada banyak hikmah yang menanti untuk dinikmati. Sebab kegagalan, memang adalah penanda bahwa apa yang telah dijalani tak tepat, dan karenanya mesti segera dipelajari tuk menemuukan jalan yang baru. Dititik inilah kelenturan perasaan diuji. Begitu sering, kita terjebak pada merasa gagal semata, hingga abai pada beragam tanda-tanda begitu saja. Padahal bangunan keberhasilan, hanya berdiri diatas kumpulan kegagalan.
Selalu ada bagian-bagian tersembunyi dari hidup. bagian yang hadir untuk menggenapkan
Maka nikmatilah hidup para pembelajar. Berhasil dan gagalnya adalah serupa saja. Pada keberhasilan tak terlalu bangga. Pada kegagalan, tak berlama sengsara. Ya, sebab dalam keduanya ada kerja besar yang menunggu untuk diselesaikan, menuai hikmah, merapikan pembelajaran, tuk digunakan kemudian..

Sabar Adalah Cahaya

“Maka tiap kali kesulitan melanda, wahai diri, terangilah ia dengan kesabaranmu”

Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib pernah ditanya tentang hamba pilihan. Kemudian, dia berkata, “Apabila berbuat kebaikan, mereka gembira. Apabila melakukan kejahatan, mereka beristighfar. Apabila diuji, mereka bersabar”



“Sabar adalah cahaya”, sabda sang Nabi Muhammad SAW. “Sebab dalam musibah kau lihat gelap. Sabarmulah Penerangnya”

Alam tegak di atas kesabaran, nasihat Amr Khaled, pemberi nasihat sejuk asal Mesir. Sebab tiada kejadian dalam alam melainkan diciptakan dalam tahapan. Segala yang tiba-tiba, kalaupun ada, disebutlah sebagai mukjizat. Yang serupa itu langka semata, diluar kuasa manusia.
Mengutip kata Ustads Badru Salim “Sabar itu indah namun tak mudah, sering diwarnai oleh keluh kesah dan pengharapan yang patah. Tapi harus terus berjuang tanpa Lelah“

Maka benarlah sabda sang Nabi SAW kala musibah datang, jiwa pasti berguncang. Dalam guncangan itu pikiran seketika gelap, hingga tak jarang hadirkan keputusasaan. Meski kebaikan terlihat di depan mata, ia terabaikan saja.

‘Sabar adalah cahaya’. Dalam sabar, dalam penerimaan bahwa tiada sesuatu terjadi kecuali berbuah kebaikan, kegelapan itu tersibak. Bak malam yang pekat, seketika hilang kepekatan kala sebuah lilin dinyalakan.

‘Sabar adalah cahaya’. Dalam sabar, dalam ditahannya gejolak tuk memberontak pada keadaan, dahaga jiwa terpenuhi kucuran keyakinan. Persis serupa rerumputan yang segera bertumbuhan kala tanah tandus tertimpa hujan.

‘Sabar adalah cahaya’. Cahaya jiwa yang jauh dari keterhubungan dengan-Nya. Sebab kegelapan, sejatinya hanyalah sebab ketiadaan cahaya. Dan jiwa yang gelisah, ia gelap. Sebab kehilangan cahaya yang hadir dari ketundukan pada Sang Pencipta.

Maka tiap kali kesulitan melanda, wahai diri, terangilah ia dengan kesabaran. Maka terima kasih karena telah menjadikan sabar sebagai sahabatmu.